Pengasuhan Bayi Prematur Ala Mama Kangguru Plus

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang pengasuhan dan perawatan bayi prematur dan panjang bayi lahir rendah, yuk bunda kita pahami dulu yang dimaksud dengan bayi prematur. Menurut definisi WHO, bayi prematur adalah bayi lahir hidup sebelum usia kehamilan minggu ke 37 (dihitung dari hari pertama haid terakhir), sebagian besar bayi prematur lahir dengan berat badan kurang 2500 gram. Kementerian Kesehatan RI menetapkan ukuran ideal panjang bayi laki-laki antara 48 cm hingga 51,8 cm dan 47,3 cm hingga 51 cm untuk ukuran ideal panjang bayi perempuan.

Ingat ya bunda, bayi yang dilahirkan prematur ini membutuhkan penanganan khusus. Tidak hanya itu saja, terdapat komplikasi yang bisa dialami bayi prematur. Maka dari itu bunda juga perlu ketahui bagaimana cara merawat atau mengasuh bayi prematur di rumah dengan tepat. Bayi prematur biasanya mempunyai ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan dengan bayi normal dan mempunyai lebih sedikit lemak tubuh sehingga kehangatan tubuhnya belum bisa terjaga dengan optimal. Maka dari itu, panas tubuhnya dijaga dengan alat khusus yang berfungsi sebagai penghangat agar bayi tidak kedinginan. Bayi prematur juga lebih mungkin mengalami infeksi karena sistem perlindungan tubuh yang belum sempurna.

Oleh karena itu, bunda dan keluarga harus memberikan perhatian yang lebih banyak bagi bayi prematur ini. Terdapat tantangan tersendiri yang harus dilalui dalam merawat bayi prematur agar kesehatan bayi tetap terjaga. Selain kesehatan, moms dan keluarga juga harus memperhatikan tumbuh kembang bayi prematur yang tak kalah penting.

Jangan khawatir bunda dan keluarga ketika bayi prematur diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit, tentunya kondisi pernafasan dan suhu sudah stabil. Berikut adalah tips pengasuhan dan perawatan untuk bunda dan keluarga yang harus diperhatikan di rumah agar bayi prematur tetap sehat dan berkembang dengan normal. Bunda dan keluarga bisa menerapkan metode mama kangguru plus, yuk simak penjelasannya:

1. Metode mama kangguru

Metode ini sering kita kenal dengan kanggoro mother care (KMC) atau perawatan bayi lekat, sebelum mengenal lebih jauh yuk bund kita pahami dulu asal usul metode ini, perawatan metode kangguru pertama kali diperkenalkan oleh Rey dan Martinez di Bogota, Columbia pada tahun 1979. Metode ini mengadaptasi perilaku hewan kangguru terhadap bayinya yang baru lahir. Bayi kangguru lahir sangat prematur dan biasanya disimpan dalam kantung perut ibunya untuk mencegah bayinya mengalami kedinginan. Hal ini juga dilakukan sekaligus untuk mendapatkan susu dari ibunya. Perilaku kangguru ini kemudian menjadi dasar metode yang satu ini. Metode kangguru muncul sebagai alternatif perawatan bayi dengan prematur dan BBLR karena tingginya angka BBLR.

Manfaat perawatan metode kangguru

Penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa perawatan metode kangguru terbukti bisa mengurangi angka kematian bayi baru lahir di antara bayi prematur dengan berat lahir kurang dari 2000 gram. Perawatan metode kangguru telah terbukti efektif untuk mengontrol suhu bayi, meningkatkan pemberian ASI, mengurangi terjadinya infeksi, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta membangun ikatan antara ibu dan bayi. Tidak hanya ibu saja yang bisa melakukan metode kangguru, ayah juga bisa melakukan metode untuk menjaga kesehatan bayi tersebut.

Bagaimana cara melakukan metode ini?

Simak melalui leaflet pada link berikut: https://bit.ly/leafletkmc

2. Menyusui bayi prematur

Pastinya ayah dan bunda sudah memahami jika ASI merupakan makanan penting bagi bayi baik yang lahir cukup bulan maupun prematur. Selain mengandung nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan, ASI juga mengandung antibodi penting yang diperlukan untuk melindungi bayi dari infeksi. Walaupun mungkin bunda mengalami kesulitan dalam menyusui bayi prematur akibat refleks hisapnya yang masih belum sempurna, jangan menyerah ya bund untuk tetap memberikan ASI pada bayi prematur. Pasalnya, ini merupakan salah satu cara merawat atau perawatan bayi prematur agar cepat besar. Dalam menyusui, bunda juga perlu hati-hati karena bayi bisa tersedak. Jika bayi kesulitan dalam menjangkau puting susu, bunda bisa memberikan ASI perah yang ditempatkan di botol khusus untuk bayi prematur. Memompa ASI bisa segera bunda lakukan setelah lahir untuk mendorong ASI keluar dengan lancar. Bunda mungkin perlu memompa ASI setidaknya 6-8 kali per hari dan pastikan tidak memberikan jeda yang terlalu lama untuk menghindari bayi mengalami dehidrasi. Jika bunda merasa ASI sulit keluar, jangan khawatir karena hal ini sudah biasa terjadi. Hal yang perlu bunda lakukan hanya berusaha terus dan tanamkan hal positif pada pikiran untuk tetap merawat bayi prematur.

3. Mencegah bayi dari infeksi

Sistem kekebalan tubuh bayi prematur mungkin lebih lemah daripada bayi lahir cukup bulan sehingga bayi prematur lebih rentan terhadap infeksi. Maka dari itu, perawatan bayi prematur yang perlu ayah bunda perhatikan adalah menghindarkan si kecil dari sumber infeksi. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencuci tangan sebelum memegang bayi dan minta semua orang yang ingin memegang bayi untuk melakukan hal yang sama. Jangan lupa untuk membersihkan mainan dan ruangan bayi secara teratur. Jika ada orang di sekitar sedang sakit, usahakan untuk menjaga jarak dengan si kecil.

4. Melakukan imunisasi

Perawatan bayi prematur lainnya yang tak kalah penting adalah menyesuaikan jadwal imunisasi. Tidak ada perbedaan dengan bayi normal, jadwal imunisasi bayi prematur pun sama karena dilakukan untuk menguatkan sistem kekebalan tubuhnya. Tentunya konsultasikan jadwal imunisasi kepada dokter terlebih dahulu ya bund.

5. Menjaga kebutuhan tidur bayi prematur

Tidur merupakan kebutuhan dasar setiap manusia begitu juga dengan bayi. Tidur yang berkualitas dapat meningkatkan kesehatan bayi prematur di rumah. Bayi prematur mungkin akan menghabiskan waktu tidurnya lebih lama dibandingkan bayi normal, tetapi dalam periode yang lebih singkat. Sebaiknya, tempatkan bayi dalam posisi telentang saat tidur. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko bayi mati mendadak (SIDS). Jika dirasa otot leher bayi cukup kuat setelah beberapa bulan sejak kelahiran, Anda bisa menempatkan bayi pada posisi tengkurap saat ia bangun. Hal ini dapat membantu bayi dapat menopang kepalanya sendiri secara alami.

6. Memantau pertumbuhan dan perkembangannya

Setelah bayi pulang ke rumah, penting bagi ayah bunda dan keluarga untuk tetap merawat serta mengontrol pertumbuhan dan perkembangannya.  Ayah bunda juga perlu membawa bayi ke dokter lagi beberapa hari atau minggu setelah bayi pulang ke rumah untuk melakukan kontrol. Dokter dapat menilai pertumbuhan bayi bunda dari berat badan bayi dan menilai sejauh mana perkembangan bayi dari apa saja yang sudah bisa bayi lakukan. Tidak hanya itu saja, dokter juga mungkin akan melihat perkembangan penglihatan dan pendengaran bayi karena bayi prematur lebih berisiko mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran.

Semangat ayah bunda karena dengan pengasuhan yang tepat, bayi prematur akan tumbuh sehat dan menjadi generasi hebat.

Referensi:

Ns. Nurlaila, M.Kep, dkk, Buku Panduan Perawatan Metode Kanguru, 2019

Profil Penulis,

Winureni
Perwakilan BKKBN DI Yogyakarta

___

Tulisan ini merupakan artikel terpilih dalam Ajakan Menulis Artikel Orang Tua Hebat dengan tema “Pengasuhan pada Bayi Prematur dan Panjang Bayi Lahir Rendah” yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN (2023).

Bagaimana Reaksi anda Tentang Konten Ini?
+1
3
+1
0
+1
0
Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Newsletter Subscribe

Dapatkan Update Terbaru Kami Melalui Email

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x