Coba Monotasking Saat Bersama Si Kecil, Yuk Bunda!

Multitasking or Monotasking??

Antara Multitasking atau Monotasking, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebab, kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Untuk itu kenali dirimu sendiri sehingga kamu dapat memutuskan apa yang terbaik dan perlu kamu lakukan saat bersama si kecil di rumah.

Terkadang Multitasking membuat bunda jadi kurang fokus, kenapa bisa? Hal ini dikarenakan para bunda kewalahan mengerjakan segalanya sekaligus. Maunya sih biar lebih cepat yaa bunda tapi terkadang malah menjadi kewalahan sendiri ya. Terus makin ke sini malah makin susah fokus, apalagi sambil bermain bersama si kecil. Jadi, sebenarnya multitasking membuat pekerjaan menjadi kurang efektif dan menyebabkan kita lebih sulit fokus ke satu hal jika dilakukan terus menerus.

Bagaimana dengan Monotasking??

Monotasking atau sering disebut juga dengan fokus pada satu tugas pada satu waktu. Memberikan perhatian penuh pada satu pekerjaan memungkinkan kita untuk menyelesaikannya dengan lebih baik dan menghasilkan hasil yang berkualitas. Dengan meminimalkan gangguan dan distraksi,  monotasking dapat meningkatkan ketelitian dan konsentrasi pada bunda. Monotasking menawarkan kemampuan untuk memaksimalkan waktu para bunda saat bermain bersama si kecil. Saat fokus tidak terpecah, bunda dapat mengeksplorasi ide serta menghasilkan solusi yang lebih kreatif.

Bunda bisa mulai dengan mencoba beberapa hal di bawah ini :

  1. Kelola stress

Sediakan waktu khusus untuk beristirahat. Memanfaatkan waktu istirahat dengan baik agar bunda kembali dengan fisik dan pikiran yang segar. Ini akan membuat apa yang bunda kerjakan bisa lebih optimal dan lebih efektif karena bunda dalam keadaan yang prima, sehat mental dan juga fisik. Bunda juga bisa mengelola stress dengan beberapa cara seperti memahami penyebab stress, berbicara kepada orang terdekat, meluangkan waktu untuk diri sendiri, menjaga kesehatan, serta menerima bantuan orang lain. Stress yang para bunda alami harus ditangani dengan tepat karena dapat membuat si kecil “tertular stress” serta tumbuh kembang si kecil juga dapat terpengaruhi.

1.Menerapkan Mindfulness

Mindfulness artinya kesadaran. Ini merupakan salah satu metode meditasi yang digunakan untuk melatih bunda lebih fokus terhadap apa yang terjadi disekitarnya. Mindfulness akan membantu bunda lebih sadar akan keadaan sekitar serta mampu menerima emosi secara terbuka. Selama ini, apabila kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan hal negatif atau sekedar melamun pasti kan menguras banyak waktu tenaga dan pikiran. Pola pikir yang cenderung negatif juga dapat meningkatkan risiko masalah mental, seperti stres, gangguan kecemasan, gangguan panik, hingga depresi. Tujuan mindfulness, yaitu untuk menenangkan pikiran atau mental dan memusatkan perhatian terhadap apa yang terjadi saat ini. Selain berlatih dengan meditasi untuk menenangkan pikiran, bunda bisa juga melakukan latihan atur nafas, dan membaca buku.

2. Atur prioritas

Jangan sampai kesibukan para bunda membuat bunda kehilangan kedekatan dengan si kecil. Jaga hubungan bunda dan si kecil tetap harmonis. Buat jadwal pekerjaan berdasarkan prioritas, agar bunda dapat menyelesaikan pekerjaan yang lebih urgent atau penting. Terkadang mengerjakan sesuatu yang sulit terlebih dahulu justru tidak baik karena bunda akan menghabiskan waktu dan tenaga di sana. Bunda bisa fokus pada prioritas apa yang harus dilakukan, sehingga tidak perlu mengerjakan semuanya dalam satu hari. Misalnya, berbagi cerita saat sarapan bersama si kecil serta mendengar keluh kesah sambil menemani si kecil tidur di malam hari. Tanpa terganggu oleh pekerjaan atau orang lain si kecil tetap merasa dekat dengan bunda. Disini bunda bisa melihat pertumbuhan dan perkembangan si kecil.

3. Hindari distraksi dan cobalah untuk berkonsentrasi

Ketika akan mengerjakan sesuatu, bunda pasti membutuhkan ketenangan dan konsentrasi. Maka, bunda bisa memilih pekerjaan yang mudah terlebih dahulu sehingga distraksi yang akan menghambat akan diminimalisir. Misalnya, mematikan atau mensilent hanphone atau tv ketika bermain atau “quality time” bersama si kecil di rumah. Setiap kali otak terdistraksi, maka butuh energi lagi untuk kembali fokus. Dan tak jarang malah bikin pekerjaan selesai lebih lambat.

 

Eni Sumiarsih, S.Pd

Penyuluh Keluarga Berencana

Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh

___

Tulisan ini merupakan artikel terpilih dalam Ajakan Menulis Artikel Orang Tua Hebat dengan tema “Pentingnya Kesehatan Mental Ibu dalam Tumbuh Kembang Si Kecil” yang diselenggarakan oleh  Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN (2024).

Bagaimana Reaksi anda Tentang Konten Ini?
+1
1
+1
0
+1
0
Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Newsletter Subscribe

Dapatkan Update Terbaru Kami Melalui Email

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x