Implementasi Fungsi Cinta Kasih dalam Membangun Demokrasi yang Beradab

Di dalam delapan fungsi keluarga terdapat fungsi cinta kasih di dalamnya. Fungsi cinta kasih mempunyai makna bahwa keluarga harus menjadi tempat untuk menciptakan suasana cinta dan kasih sayang dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Fungsi cinta kasih merupakan komponen penting dalam pembentukan karakter anak.

Masa lima tahun pertama dari kehidupan manusia sangat krusial dalam membentuk karakter anak. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa lima tahun pertama merupakan periode emas untuk membentuk karakter anak sejak dini, karena pendampingan orang tua pada periode awal ini sangat penting bagi anak-anak. Orang tua menjadi contoh pertama bagi anak-anak mereka, sehingga keteladanan orang tua menjadi dasar perilaku dan pemikiran sepanjang hidup anak mereka. 

Orang tua atau keluarga terdekat merupakan figur yang paling sering dilihat oleh anak-anak di rumah. Karena itu, segala perilaku orang tua akan terekam baik oleh anak. Sehingga, sangat perlu memberikan contoh dan teladan yang positif di hadapan anak-anak sehingga anak akan meniru hal yang positif pula. Sebaliknya jika orang tua memberikan contoh dan teladan yang negatif di hadapan anak-anak maka anak akan meniru hal yang negatif, hal ini lah yang harus dihindari oleh orang tua.

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan akan kasih sayang. Dengan adanya kasih sayang, rumah akan dipenuhi dengan kebahagian, cinta kasih, dan menjadi tempat paling nyaman untuk berbagi cerita. Anak akan belajar mengasihi apabila di rumah kedua orang tuanya hidup dalam suasana penuh cinta kasih sayang. Bahkan ada istilah yang mengatakan bahwa “Rumahku Istanaku”.

Dengan adanya pelajaran cinta kasih yang diterimanya di rumah anak akan menjadi anak yang lembut dan penurut. Apabila anak dibesarkan dalam suasana rumah yang penuh dengan kebencian akan melahirkan watak yang gampang tersinggung dan cepat marah, hidupnya akan selalu dipenuhi oleh rasa dendam yang pada akhirnya akan merugikan anak itu sendiri.

Untuk mengimplementasikan fungsi cinta kasih dalam membangun demokrasi yang beradab, maka ada beberapa nilai-nilai yang harus diajarkan dalam keluarga, antara lain:

  1. Empati
  • Ajarkan anak-anak untuk mengikuti hati nurani.
  • Menciptakan hubungan terbuka antara orang tua dan anak-anak sehingga mereka tidak ragu bercerita dengan anda.
  • Ajak dan biasakan anak untuk melakukan sesuatu bagi orang lain yang membutuhkan.
  • Mengajarkan anak untuk tidak mencela orang yang lemah
  1. Keakraban 
  • Membiasakan untuk makan bersama dengan keluarga.
  • Mengajak teman-teman anak untuk makan bersama di rumah kita.
  • Mengajak anak-anak untuk liburan bersama.
  1. Keadilan 
  • Membagi tugas pekerjaan rumah pada anak-anak secara merata.
  • Tidak membedakan perlakuan terhadap anak-anak.
  • Memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dan pemenuhan gizi pada anak.
  1. Pemaaf 
  • Mengajarkan anak untuk bicara kepada orang yang membuatnya sakit hati untuk memberitahukan bahwa perkataan atau tindakan orang tersebut telah menyakitinya.
  • Memberi kesempatan pada anak untuk mengungkapkan masalahnya.
  • Tidak memaksa anak untuk meminta maaf dan memafkan.
  • Mengenalkan kepada anak aneka cara meminta maaf.
  • Mendorong anak untuk memaafkan dan berbuat baik pada orang yang berbuat salah padanya.
  1. Suka Menolong
  • Memberikan anak pekerjaan rumah tangga sehari-hari.
  • Gunakan jadwal untuk mengingatkan tugas anak.
  • Pantau prestasi kerja anak dan beri penghargaan yang sesuai.
  • Memberikan teladan sikap suka menolong pada anak.
  • Melibatkan anak pada kegiatan sosial.
  1. Tanggung jawab
  • Berlatih menjalankan tugas.
  • Beri sedikit tanggung jawab.
  • Biarkan sang anak mengambil keputusan.
  • Menjelaskan dampak tanggung jawab

Dapat dikatakan bahwa fungsi ini sangat berperan penting dalam kehidupan berkeluarga. Pada fungsi inilah seorang individu akan membentuk individu dengan berbagai macam karakter.

REFERENSI :

BKKBN. Buku Pegangan Kader BKR tentang Delapan Fungsi Keluarga. Direktorat Bina Ketahanan Remaja. Jakarta, 2013.  ISBN: 978-602-8068-70-3. 

 

Eni Sumarsih

PKB , Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh

___

Tulisan ini merupakan artikel terpilih dalam Ajakan Menulis Artikel Orang Tua Hebat dengan tema “Dimulai dari Keluarga, Bentuk Karakter Positif Anak” yang diselenggarakan oleh  Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN (2024).

Bagaimana Reaksi anda Tentang Konten Ini?
+1
6
+1
0
+1
0
Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Newsletter Subscribe

Dapatkan Update Terbaru Kami Melalui Email

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x