Childfree, Lebih Menguntungkan atau Merugikan?

Baby Picture

Belakangan ini istilah “Childfree” sedang marak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia, hal ini semakin memanas dikarenakan statement kontroversial dari seorang influencer yang mengaitkan antara kondisi awet muda seseorang dengan tidak mempunyai anak dalam hidupnya. Statement tersebut kemudian mendapatkan berbagai macam respon dari masyarakat. Sebenarnya apasih childfree itu?

Pengertian childfree

Di beberapa kamus bahasa Inggris, Kata childfree didefinisikan ke dalam beberapa pengertian. Pada kamus Macmillan, mendefinisikan childfree sebagai used to describe someone who has decided not to have children (digunakan untuk menggambarkan seseorang yang telah memutuskan untuk tidak punya anak)1. Selanjutnya dalam kamus Collins, childfree diartikan sebagai having no children, childless, especially by choice (tidak punya anak, tanpa anak, terutama karena pilihan)2. Kemudian dalam kamus Merriam Webster, childfree diartikan sebagai without children (tanpa anak)3.

Dari beberapa pengertian tersebut, secara sederhana childfree dapat diartikan sebagai istilah yang merujuk pada orang atau pasangan yang memilih untuk tidak memiliki anak.

Pandangan Kepala BKKBN terhadap childfree

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa pilihan untuk childfree kurang baik secara makro dalam konteks masyarakat luas. Beliau menjelaskan bahwa tedapat dua dampak dari fenomena tersebut bagi kehidupan.

Pertama, fenomena childfree dapat menyebabkan krisis demografi. Jika mayoritas orang dari suatu negara berprinsip chlidfree, maka negara tersebut akan mengalami zero growth atau bahkan minus growth, yang mana semakin lama dapat menyebabkan penduduk dalam suatu negara semakin habis. Kondisi tersebut juga akan berdampak pada rasio ketergantungan atau rasio beban tanggungan (dependency ratio) yaitu angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya penduduk usia non produktif (penduduk di bawah 15 tahun dan penduduk di atas 65 tahun) dengan banyaknya penduduk usia produktif (penduduk usia 15-64 tahun)

Kedua, fenomena tersebut dapat berdampak pada sisi kesehatan. Beliau menjelaskan, perempuan yang memiliki tubuh gemuk, tensi tinggi, kencing manis akan lebih berisiko menderita kanker endometrium (endometrium adalah bagian dari rongga rahim). Lebih lanjut beliau menjelaskan manfaat kehamilan, dimana saat perempuan mengandung, maka siklus menstruasinya beristirahat selama sembilan bulan. Setelah melahirkan dan menyusui, produksi ASI juga beliau sebut dapat mengurangi risiko penyakit.

Angka kelahiran di Indonesia

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Eni Gustina, menilai bahwa fenomena childfree di Indonesia masih berada di taraf wajar dan belum mengkhawatirkan. Mengutip data dari World Population Prospects Tahun 2022, indonesia berada di ururan kelima dalam daftar angka kelahiran anak tertinggi di wilayah Asia Tenggara. Kemudian berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka kelahiran atau total fertility rate (TFR) di Indonesia tercatat sebesar 2,1 pada 2022, yang artinya bahwa setiap satu orang perempuan rata-rata melahirkan dua orang anak selama masa subur/aktif reproduksinya.

Angka kelahiran tertinggi di negara-negara ASEAN berada pada Timor Leste dengan TFR sebesar 3,05, di urutan kedua ada Filipina dengan TFR sebesar 2,73, dan di urutan ketiga ada Laos dengan TFR sebesar 2,45. Singapura menjadi negara ASEAN dengan angka kelahiran terendah dengan TFR sebesar 1,03, namun angka ini naik perlahan dari tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2020 angka TFR Singapura sebesar 1,00 dan pada tahun 2021 sebesar 1,02.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan Indonesia pada tahun 2022 sebesar 1,17 persen, angka ini menunjukkan bahwa laju pertumbuhan indonesia lebih lambat dari tahun 2021 yaitu sebesar 1,22 persen. Pertumbuhan penduduk biasanya melambat seiring dengan menurunnya angka kelahiran total. Hal ini dipengaruhi juga oleh kemajuan teknologi dan pendidikan.

Berkaitan dengan laju pertumbuhan penduduk yang makin melambat, BKKBN berharap agar pertumbuhan penduduk di Indonesia tidak berada pada angka terendah atau bahkan minus. Jika penduduk usia produktif semakin sedikit, BKKBN khawatir bahwa nantinya Indonesia hanya akan dipenuhi oleh penduduk usia tua yang akan berdampak pada krisis ekonomi. Meski demikian, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa Indonesia diperkirakan masih jauh dari krisis demografi tersebut.

Untuk saat ini, Kei Savourie masih menganggap fenomena childfree masih sulit diterima oleh masyarakat Indonesia. Menurutnya, pasangan suami-istri yang memilih untuk tidak punya anak akan selalu lebih sedikit dibandingkan pasangan yang punya anak di Indonesia, sama seperti halnya orang yang memilih untuk menjadi vegetarian.

Think Before You Decide!

Sehubungan dengan isu childfree yang sedang hangat diperbincangkan, penulis berpendapat bahwa setiap pasangan terutama perempuan berhak menentukan/memutuskan apakah mau memiliki anak atau tidak. Sebelum membuat keputusan, utamakan berpikir logis dan realistis, pikirkan kesiapan tubuh, finansial, dan mental serta seluruh aspek di kehidupan.

Ketika sepasang suami istri memutuskan untuk memiliki anak maka mereka bertanggung jawab atas kelangsungan hidup anaknya dari lahir hingga dewasa, tanggung jawab tersebut antara lain :

  1. Mencukupi kebutuhan dasarnya : makanan bergizi, pakaian, dan tempat tinggal yang layak bagi anak
  2. Mencukupi kebutuhan psikologisnya : memberikan rasa kasih sayang terhadap anak, memperhatikan kondisi mental anak dan memberikan hak kepada anak untuk mengungkapkan apapun yang ia rasakan
  3. Mencukupi pendidikannya
  4. Memberikan parenting yang baik terhadap anak

Childfree dan punya anak bukan hitam dan putih bukan juga keputusan yang salah dan keputusan yang benar. Tapi childfree dan punya anak harus benar-benar di pertimbangkan dengan matang bukan sekedar ikut trend dan takut dihakimi society.

Kamu adalah milikmu sendiri dan milik Tuhanmu, tidak ada yang bisa mengintervensi keputusan atas tubuhmu selain dua pihak itu” – Anonim

 

Daftar Pustaka

1https://www.macmillandictionary.com/dictionary/british/child-free?q=childfree

2https://www.collinsdictionary.com/dictionary/english/childfree

3https://www.merriam-webster.com/dictionary/child-free

Bagaimana Reaksi anda Tentang Konten Ini?
+1
9
+1
1
+1
0
Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest
Inline Feedbacks
View all comments
pedianusantara
pedianusantara
1 year ago

Disini kami mengulas tentang bagaimana Chilfree dalam pandangan Ulama. https://pedianusantara.com/childfree-dalam-pandangan-syekh-syauqi/

Last edited 1 year ago by pedianusantara

Newsletter Subscribe

Dapatkan Update Terbaru Kami Melalui Email

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x